Tampilkan postingan dengan label Persiapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Februari 2009

Job Hunting : Langkah-Langkah Sebelum Menghadapi Wawancara Kerja (2)

Identifikasi kualifikasi yang sudah dimiliki saat ini
Jika sudah bisa menganalisa kebutuhan kompetensi di atas, sekarang saatnya mengenali diri sendiri, cari gap antara kompetensi yang disyaratkan dengan kualifikasi yang sudah anda miliki. Misalnya anda fresh graduate dari D3 Perpustakaan, belum pernah kerja, nggak ada pengalaman sama sekali, sementara persyaratan di atas minimal 3 tahun pengalaman di bidang yang sama. Berani nggak mengirimkan surat lamaran kerja? Ada triknya koq. Ayo kita urai satu persatu. Kompetensi teknis atau pengetahuan tentunya tidak perlu kita bahas lagi, sebagai alumnus D3 Perpustakaan diasumsikan pengetahuan sudah standar, apalagi jika IPK di atas 3,0 dari universitas ternama. Keahlian mendekorasi toko – khusus untuk display toko? Nah, mungkin ini belum anda miliki, tapi mungkin nggak sih mempelajari teori ini dalam waktu singkat? Let's say 2 minggu s/d 1 bulan, paling tidak sampai dengan anda diinterview? Mungkin sekalee. Caranya nggak perlu dikasih tahu dong, gunakan semua kreativitas dan resources yang anda punya. Kalau punya uang, bisa ambil kursusnya, tapi ingat, ini bukan syarat mutlak, masih ada internet, buku, dll, dsb.
Untuk kompetensi perilaku, jika anda belum punya pengalaman pengalaman kerja sama sekali memang agak sulit mempunyai kompetensi bernegosiasi, kepekaan bisnis maupun yang lain. Coba teliti pengalaman berorganisasi selama mahasiswa. Mungkin pernah menjabat sebagai bendahara, berhasil dalam tawar menawar dan memperoleh harga barang yang sangat murah untuk sebuah kegiatan seminar misalnya, nah, itu salah satu contoh kompetensi negosiasi.
Selain menganalisa hal diatas, evaluasilah perasaan anda terhadap pekerjaan ini, apakah terasa enak dan menyenangkan jika anda melakukan tugas-tugas sesuai dengan kompetensi dan persyaratan yang ada? Jika perasaan anda tidak nyaman, sebaiknya urungkan saja, itu artinya motivasi anda rendah untuk pekerjaan ini dan motivasi yang rendah tidak akan membuat kita nyaman saat bekerja.
Nggak ada pengalaman kerja dan berorganisasi yang bisa ditampilkan? Sewaktu mahasiswa rada kuper? Yah, dari pada menghabiskan uang untuk mengirimkan surat lamaran dengan kemungkinan sangat kecil untuk dipanggil, sebaiknya melirik pekerjaan lain untuk entry level yang tidak mensyaratan pengalaman kerja. Dalam iklan seringkali ditulis : fresh graduates also welcome to apply.
Buat Skenario Interview, Persiapkan Evidence Yap betul sekali, sebuah skenario. Saya ingat salah satu pekerjaan pertama saya di sebuah perusahaan transportasi terkemuka sebagai Tester Pengemudi Taksi. Setelah melakukan analisa terhadap pekerjaan tersebut, saya membuat skenario interview berikut pertanyaan-pertanyaan yang paling mungkin saya hadapi. 75 % pertanyaan sesuai dengan skenario, dan hasilnya saya sukses mendapatkan pekerjaan itu.
Beberapa situs internet menyediakan contoh-contoh pertanyaan. Tidak ada salahnya dibaca sebagai bahan informasi, tapi ingat, jangan sekali-kali mencontoh jawaban tersebut mentah-mentah tanpa diadaptasi dan disesuaikan dengan diri anda. Hasilnya akan fatal, interviewer akan menangkap keanehan atau inkonsistensi dari jawaban-jabawan anda, apalagi jika di cross check dengan hasil psikotest. Dan perlu diketahui, para interviewer juga meng-update situs-situs internet tersebut lho. Duh, ketahuan deh nyonteknya.
Dengan mengacu pada kompetensi yang sudah diidentifikasi di atas, persiapkan evidence atau bukti-bukti yang memperkuat bahwa anda memiliki semua kompetensi yang disyaratkan tersebut. Contohnya kompetensi negosiasi dimana anda sukses menegosiasikan dan mendapatkan harga barang yang sangat murah untuk kegiatan seminar semasa mahasiswa. Atau anda tetap mampu bersikap obyektif dan bekerja sama dengan salah seorang rekan meski saat itu anda tengah terlibat konflik pribadi dengannya. Pastikan bahwa evidence yang anda miliki usianya tidak lebih dari 2-3 tahun. Kalau sudah terlalu lama dianggap sudah tidak signifikan dan tidak relevan dengan kompetensi anda sekarang.
Persiapkan pula jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang bersifat pribadi, baik mengenai keluarga, teman-teman, hobi atau nilai-nilai hidup yang anda yakini. Fokuskan cerita pada kelebihan atau kebaikan mereka, jika ada hal-hal yang membuat anda merasa tidak puas atau mengecewakan dengan orang-orang ini, ambil hikmah atau pelajaran hidup dan sikapi secara dewasa, Tidak ada manusia yang sempurna. Bersikaplah diplomatis dan hindari jawaban yang melodramatis, tetap menjunjung tinggi integritas pribadi dengan bersikap jujur atas jawaban anda.
Kenali Perusahaan yang dituju Mengenali dan memahami perusahaan tempat anda ingin bergabung merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Kata orang tak kenal maka tak sayang. Tak sayang maka tak betah. Informasi bisa anda peroleh dari manapun, situs resmi perusahaan, berita di media massa dan internet, bulletin atau majalah internal perusahaan, rekan yang sudah bekerja disana, ikatan alumni, banyak deh caranya. Salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan oleh interviewer adalah : “apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?” Perlihatkan bahwa anda memiliki pengetahuan yang cukup terutama jika perusahaan ini mencapai suatu prestasi. Pengetahuan ini juga akan mendemonstrasikan seberapa jauh anda merasa tertarik dan ingin bekerja di perusahaan ini.
Saat menggali informasi cobalah mencari : sejarah perusahaan, produk atau servis yang dihasilkan, kompetitor, tantangan dan peluang yang mungkin dihadapi perusahaan saat ini. Selain itu, upayakan untuk selalu update dengan berita dan informasi lainnya karena interviewer tentunya mengharapkan anda cukup familiar dengan issue-issue atau permasalahan yang aktual.
Kenali Interviewer Anda Beda interviewer maka akan berbeda hal-hal yang mungkin ditanyakan pada anda. Saat menerima panggilan interview, sebaiknya tanyakan anda akan bertemu dengan siapa dan jabatannya. Jika pihak user, pertanyaan akan lebih banyak seputar hal-hal teknis pekerjaan, pengalaman kerja sebelumnya, serta aspek-aspek pribadi. Jika dengan HRD atau psikolog, bisa jadi yang akan digali lebih pada aspek kompetensi, motivasi anda dalam bekerja serta kepribadian Anda. Walaupun sama-sama menggali pengalaman anda sebagai salesman, mungkin pihak user akan lebih teknis, misalnya pencapaian target penjualan, strategi, pemetaan wilayah, hambatan dll. Sebaliknya HRD atau Psikolog akan lebih menggali aspek hubungan dengan pelanggan, bagaimana mengatasi komplain pelanggan, karakteristik pelanggan dan bagaimana menghadapi tuntutan pelanggan yang beraneka ragam, atau apa yang terpikirkan atau dirasakan ketika menghadapi pelanggan yang sangat sulit dan pemarah. Namun semua ini kembali pada keterampilan pihak interviewer sendiri dalam melakukan wawancara.
Penampilan itu Penting Saat wawancara, penampilan sangat berpengaruh disini karena pewawancara kan tidak mengenal pribadi anda secara mendalam. Pilih pakaian secara cermat, busana kerja standar (coba lihat artikel saya mengenai busana kerja). Perhatikan juga kebersihan kuku dan sepatu anda serta pastikan tubuh anda berbau segar – saya tidak bilang wangi lho ya, karena sensitivitas orang terhadap parfum berbeda-beda. Selain penampilan fisik, kepercayaan diri ditambah dengan semangat dan kemauan bekerja keras akan sangat membantu meningkatkan kualitas anda di mata interviewer. Nah, selamat mencoba !

Minggu, 08 Februari 2009

Job Hunting : Langkah-Langkah Sebelum Menghadapi Wawancara Kerja (1)

Menghadapi wawancara terkadang gampang-gampang susah. Seringkali anda menjumpai pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga. Jangan khawatir, yang merasa sulit bukan hanya anda, saya juga menjumpai beberapa kesulitan sebagai interviewer. Tak lain jika interviewee atau orang yang saya wawancara tidak kooperatif atau tidak dapat menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Saya akan memberikan beberapa trik disini agar anda dapat tampil memukau, kalau perlu membuat interviewer jatuh cinta pada kompetensi maupun unjuk kerja anda. Perlu diingat, informasi saya ini sebaiknya dipersiapkan jauh hari sebelum undangan wawancara itu mampir di hp anda. Tidak ada tips disini yang sifatnya instant.
Identifikasi Kompetensi yang Disyaratkan oleh Posisi yang Anda Incar Kompetensi itu sendiri adalah karakteristik-karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang individu di posisi tertentu agar ia dapat melakukan tugasnya secara efektif. Kompetensi itu sendiri memiliki beberapa karakteristik, namun untuk sederhananya disini hanya akan dibahas mengenai pengetahuan dan perilaku yang menjadi karakteristik sebuah pekerjaan. Coba cermati sebuah iklan lowongan kerja, saya ambil contohnya di salah satu media nasional:
Sebuah perusahaan percetakan dan penerbitan nasional yang tengah berkembang membutuhkan : Merchandiser Usia max 30 th D3 Jurusan Perpustakaan, IPK min 3,0 Menguasai Purchasing, Pendisplayan Produk Toko (khususnya toko buku) Pengalaman 3 th di bidangnya Berorientasi hasil & dapat bekerja secara tim
Kalau melihat iklan di atas, kompetensi seperti apa yang kira-kira akan diharapkan oleh perusahaan ini dari seorang Merchandiser? Mari sama-sama kita cermati : • D3 Jurusan Perpustakaan : Mechandiser harus menguasai ilmu-ilmu dan pengetahuan teknis yang dimiliki oleh alumnus D3 Perpustakaan, misalnya : Pengarsipan, pemeliharaan buku, • Menguasai Purchasing : Melakukan pembelian, dari segi perilaku Merchandiser harus bisa tawar-menawar dalam proses pembelian untuk mendapatkan harga yang murah (kompetensi negotiation) • Menguasai Pendisplayan Produk Toko (khususnya toko buku) : Agar display tampil menarik, ia perlu menguasai keahlian mendekorasi toko (decorating store windows), kreatif, menyukai hal-hal baru, mengetahui keinginan dan karakteristik pelanggan (kompetensi : problem solving, continuous improvement & business sense) • Berorientasi Hasil : (kompetensi : achievement drive) • Dapat bekerja secara tim : (kompetensi : teamwork)
Jadi, kompetensi yang akan dicari kurang lebih : • Kompetensi Perilaku : negotiation, problem solving, continuous improvement, business sense, teamwork, achievement drive. • Kompetensi Teknis : Pengetahuan perpustakaan, pengarsipan, pemeliharaan buku serta keahlian mendekorasi toko. Secara teoritis kini anda sudah tahu, namun dari sisi pemahaman anda perlu mengujinya dengan cara : lihat di beberapa situs human resources dan cari definisi kompetensi-kompetensi di atas. Selain itu, jika punya teman, saudara dll yang bekerja di toko buku, jangan segan untuk mengorek informasi mengenai pekerjaan Menchandiser, dengan demikian pemahaman dan kesimpulan yang dibuat menjadi lebih lengkap. bersambung ...

Senin, 26 Januari 2009

Pakaian Saat Wawancara Kerja

Aha… akhirnya saat wawancara telah tiba. Anda siap berangkat dengan pakaian yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Salah satu faktor penentu keberhasilan interview adalah kesan pertama yang ditangkap interviewer melalui pakaian yang Anda kenakan.
Bila memungkinkan, galilah informasi mengenai lingkungan tempat Anda akan bekerja. Mungkin Anda mempunyai kenalan yang sudah bekerja disana, atau observasilah karyawan kantor tersebut dari kejauhan, Anda juga dapat menanyakan langsung pada bagian Human Resources pakaian apa yang sebaiknya Anda kenakan saat interview berlangsung. Untuk keperluan interview, saran saya adalah, meski Anda berjiwa independen dan kreatif, namun pilihlah model busana yang konservatif saat menghadiri interview, karena pemilihan pakaian harus mencerminkan keseriusan Anda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Untuk pria, pakaian standar yang digunakan adalah kemeja lengan panjang atau pendek dengan warna-warna netral yang serasi dengan warna celana panjangnya, sepatu hitam yang disemir rapi dengan kaus kaki hitam atau biru tua. Jika perlu mengenakan dasi, pilihlah motif dasi yang konservatif atau jaket yang sesuai dengan warna celana.
Bagi wanita, kenakan rok selutut, boleh lebih panjang sedikit namun hindari rok diatas lutut. Anda juga dapat mengenakan celana panjang berpipa lurus dengan blus yang serasi, disertai cardigan atau blazer. Jika mengenakan jilbab, gunakan model yang ringkas dengan warna yang serasi dengan blazer. Gunakan asesoris sederhana disertai make up natural. Pilih disain sepatu yang sederhana dan sebaiknya tidak terlalu terbuka. Hindari parfum pada saat interview karena jenis parfum yang Anda pilih belum tentu sesuai dengan selera orang lain. Bisa berbahaya jika interviewer sensitif pada bau-bauan yang menyengat. Namun demikian, penggunaan deodoran dengan sedikit percikan cologne akan menyegarkan kehadiran Anda setelah sekian jam berdesakan di dalam busway!

Kamis, 22 Januari 2009

Menjual Resume Anda

Sedang mencari kerja? Sudah mengirim belasan bahkan puluhan aplikasi namun hanya segelintir perusahaan yang memanggil, itu pun untuk posisi yang Anda tidak minati. Apakah ini pernah atau sedang Anda alami ? Untuk mencuri perhatian bagian Rekrutmen dan Seleksi sebuah perusahaan yang sehari-harinya harus membaca puluhan bahkan ratusan aplikasi lamaran kerja, Anda harus tampil berbeda. Menarik dan berbeda. Resume memang punya peran yang penting untuk menjual diri Anda, representasi diri dan merupakan kunci yang Anda butuhkan menuju pekerjaan idaman.
Resume seperti apa yang bisa menarik perhatian seorang staff HRD yang sudah bosan membaca berpuluh-puluh surat lamaran perhari atau user yang tengah sibuk menangani berbagai masalah dalam tugasnya? Yang pasti resume Anda harus memuat informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak ini. Tanpa adanya informasi yang tepat resume Anda mungkin berakhir di mesin penghancur kertas, hiks..!
Sebelum menulis resume, pastikan dahulu posisi atau pekerjaan yang Anda inginkan. Jika Anda seorang fresh graduate, ingin meniti karir di bagian legal, tentunya Anda jangan mencoba melamar untuk posisi staff IT atau sales person hanya sebagai batu loncatan. Teliti benar persyaratan atau kualifikasi yang diminta bagi pekerjaan tersebut. Jika kualifikasi tersebut belum sepenuhnya Anda miliki, atur rencana untuk memenuhinya dengan mengikuti sejumlah pelatihan atau cara lain yang Anda nilai tepat.
Resume pada dasarnya adalah penjelasan singkat dari pengalaman kerja seseorang, tingkat pendidikan, keterampilan yang dimiliki serta prestasi yang telah dicapainya selama ini. Karena berupa penjelasan singkat, maka resume hanya mencantumkan ha-hal yang dianggap perlu atau relevan dengan posisi yang akan dituju. Anda dapat menggunakan template resume yang banyak tersedia gratis di internet, bahkan jenis document di microsoft word juga menyediakan template semacam ini. Template-nya bagus-bagus, namun saya tetap sarankan Anda memodifikasi sedikit agar sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang dimiliki.
Pengalaman kerja cantumkan mulai dari yang terkini, tulis dengan jelas, jabatan, nama perusahaan, tahun kerja. Penting sekali Anda lengkapi dengan uraian singkat mengenai pekerjaan serta latar belakang bisnis perusahaan agar pihak-pihak yang berkepentingan mendapatkan gambaran mengenai kualifikasi yang Anda miliki. Bagi freshgraduate, Anda bisa menuliskan pengalaman kerja informal atau part time yang mungkin dimiliki, mungkin semasa mahasiswa Anda nyambi jadi SPG, ikut penelitian dosen, bisnis distro atau warnet bareng teman dll. Jika tidak ada sama sekali yang bisa dicantumkan, jangan khawatir, Anda masih bisa menjual diri lewat kolom : Organization Experiences alias Pengalaman Berorganisasi.
Untuk jenjang pendidikan, cukup tuliskan pendidikan Anda yang terakhir, tidak perlu sampai sekolah dasar segala. Tulis nama sekolah, fakultas atau jurusan, tahun masuk dan kelulusan serta IPK Anda. Jika Anda freshgraduate, Anda bisa menuliskan judul skripsi beserta nilai yang diperoleh, terkadang ini bisa menjadi bahan yang bagus pada saat interview terutama jika Anda minim pengalaman kerja. Jika Anda termasuk mahasiswa yang lulusnya lama, pastikan Anda punya penjelasan atau alasan yang jitu mengapa hal ini sampai terjadi.
Jika Anda sering mengikuti pelatihan atau kursus, cantumkan hanya yang relevan dengan dunia kerja saja, misalnya kursus bahasa atau komputer. Jika Anda tidak pernah kursus namun menguasai dengan cukup baik secara otodidak, masukkan di dalam kolom : Skills dan perinci apa saja keahlian komputer tersebut atau sejauh apa penguasaan bahasa Anda.
Urutkan pengalaman organisasi Anda mulai dari yang terkini, cantumkan juga nama organisasi, jabatan Anda serta projects atau kegiatan yang ditangani. Akan sangat menjual jika selama berorganisasi Anda memegang sejumlah jabatan penting seperti chief, ketua divisi dll. Ada baiknya jika Anda cantumkan sejumlah prestasi yang diraih atau perubahan yang anda buat bagi organisasi, atau Anda dapat mencantumkannya dengan memberi judul kolom : Achievements. Jika pengalaman kerja Anda sudah cukup banyak, kolom pengalaman berorganisasi ini sebaiknya ditiadakan, kecuali jika sampai saat ini masih tergabung dalam sejumlah organisasi profesi yang memang erat kaitannya dengan pekerjaan Anda.
Data pribadi cantumkan yang penting saja seperti usia atau tanggal lahir. Status pernikahan dan Agama seharusnya tidak menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi calon karyawan, namun untuk di Indonesia, Anda dapat mencantumkannya jika dirasa perlu. Untuk Nama, Alamat, no telpon serta alamat imel, tampilkan saja sebagai headline resume Anda agar lebih eye catching.
Pastikan Anda menggunakan kertas A4 yang baik kualitasnya dengan ukuran font sewajarnya, jangan terlalu besar atau kecil. Jika ingin menggunakan kertas berwarna, pilh warna yang netral seperti light grey, light brown. Jangan pernah gunakan warna pink! Ini bukan selembar surat cinta, jadi buat seformal mungkin, karena ini adalah representasi resmi Anda. Hindari gambar-gambar atau ornamen yang hanya akan menambah “ramai”, meski demikian, beberapa garis geometris dapat mempermanis resume Anda. Hati-hati, jika Anda menggunakannya secara berlebihan dapat memberi kesan kurang professional. Sebaiknya hindari saja. Pastikan juga tidak ada kesalahan dalam pengetikan, terutama jika Anda menulisnya dalam bahasa inggris.
Sebuah resume yang professional tidak akan sempurna tanpa foto diri. Pastikan Anda memiliki foto terbaru dengan kualitas yang prima, usahakan berwarna dengan pose elegan yang dapat menampilkan kesan yang ingin Anda bangun, misalnya ramah, sigap atau dapat diandalkan. Jangan membuat foto di saat Anda ngantuk atau lapar atau bad mood, nanti wajah Anda tidak laku dijual. Saat ini foto digital dapat dengan mudah disisipkan sebagai bagian dari resume dan diprint. Foto hitam-putih ala ijazah sudah tidak jamannya lagi. Sebagai tambahan, jangan memberikan foto yang terlalu pribadi. Saya pernah menemukan foto pelamar yang kebetulan seorang gadis berpose diantara rumpun alang-alang, cantik sih, tapi mungkin ini lebih sesuai untuk portofolio yang dikirimkan ke modeling agency.
Bagaimana dengan fotocopy ijazah, transkrip nilai, surat referensi dll. Bila melamar di perusahaan swasta, Anda belum perlu melampirkannya kecuali jika memang diminta di iklan tersebut. Biasanya ini diberikan setelah Anda lulus semua test sebagai kelengkapan dari arsip karyawan. Namun jika melamar untuk pegawai negri, justru Anda harus cek satu persatu persyaratan dan berkas-berkas yang harus dipenuhi sebelum mengirimkannya pada panitia penerimaan.
Terakhir, cover letter atau surat lamaran kerja yang seharusnya dicantumkan paling atas dari semua berkas-berkas yang akan Anda kirimkan. Jika Anda memiliki kualifikasi seperti yang diharapkan dalam iklan lowongan kerja, hal ini dapat Anda tuliskan disertai benefit apa yang mungkin diperoleh perusahaan jika meng-hire Anda. Namun jangan lupa, pastikan Anda dapat memberikan bukti-bukti yang kuat jika hal ini nantinya disinggung dalam proses interview.

Mengikuti Psikotest

Beberapa waktu yang lalu saya didatangi salah seorang tetangga yang anaknya akan mengikuti tes masuk kerja di sebuah perusahaan. Si bapak menanyakan apakah saya bisa membantu “melatih” putranya agar lulus psikotest. Psikotest memang sejak dahulu dijadikan alasan yang terkesan tidak bisa diganggu gugat untuk menggugurkan seseorang pada sebuah tes masuk kerja. Mungkin karena sifat testnya yang serba ambiguous alias nggak jelas mana benar-mana salah sehingga orang justru merasa serba salah menghadapinya.
Rasanya setiap kali orang mengetahui profesi saya, seringkali saya menerima pertanyaan atau permintaan serupa. Tentunya secara kode etik saya tidak diperkenankan “melatih” orang untuk menghadapi psikotest, tapi sebenarnya ada beberapa kiat praktis yang dapat diikuti agar orang dapat mengikuti psikotest dengan nyaman.
1. Persiapan
a. Mental :
· Latihan Soal : Latihan soal sebenarnya tidak banyak gunanya dalam hal ini, karena psikotest pada dasarnya adalah mengukur kemampuan dasar seseorang, minat, motivasi dan kepribadian, kesemuanya ini tentunya hal-hal yang cenderung menetap pada seseorang dan bukanlah hasil latihan. Tidak ada rumus tertentu yang harus dihafal atau diingat-ingat seperti ketika Anda mengerjakan tes masuk universitas. Namun untuk beberapa orang tertentu, berlatih soal-soal psikotest melalui buku-buku yang banyak dijual mungkin dapat membuat lebih nyaman atau terbiasa sebelum mengerjakan soal yang sesungguhnya. Untuk soal yang bertujuan mengukur kemampuan dasar atau intelegensi, mungkin latihan dapat dilakukan di rumah sekedar untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi intelegensi Anda. Namun untuk soal-soal yang bertujuan mengukur kepribadian seseorang, baik melalui kuesioner atau tes menggambar, Anda perlu hati-hati mensikapinya. Saya lihat banyak orang terjebak mengikuti petunjuk, saran atau menggambar seperti contoh soal yang ada di buku latihan, yang tentunya hasil kepribadiannya akan sangat berbeda dengan si penggambar. Akibatnya psikolog yang menginterpretasi hasil tes tersebut akan mendapati banyak kontradiksi dari hasil test tersebut, dapat saja ia berpendapat bahwa ada sesuatu yang “salah” disini atau Anda dinilai tidak bersikap terbuka dan banyak menutup-nutupi kepribadian Anda atau yang paling buruk bisa jadi Anda dinilai telah berbuat curang selama test berlangsung.
· Riset : Carilah informasi mengenai perusahaan tempat Anda ingin bergabung, buatlah riset sederhana mengenai bisnisnya, struktur organisasi, filosofi, sejarah atau berita apapun yang berhubungan. Jika psikotest ini disertai dengan wawancara, maka Anda sudah siap dengan segala informasi yang mungkin akan ditanyakan oleh pewawancara. Terkadang ada beberapa tugas tidak terduga dalam test tersebut, seperti membuat sebuah essai atau komentar mengenai berita yang sedang aktual. Dengan pemahaman tersebut, Anda dapat dengan mudah menghubungkan sebuah berita aktual dengan kondisi internal perusahaan.
· Lokasi Tes : Pastikan Anda sudah mengetahui tempat test berlangsung. Anda dapat melakukan pengecekan beberapa hari sebelum test berlangsung. Yang paling mudah adalah mintalah informasi pada biro penyelenggara test atau perusahaan tersebut gedung atau tempat yang dapat Anda jadikan patokan sehingga Anda akan mudah menemukan lokasi test.
· Lamanya Tes : Pastikan Anda mendapat informasi jam berapa psikotest akan dimulai serta diprediksi akan selesai. Ini penting agar Anda dapat mengalokasikan waktu Anda sekian jam tanpa diinterupsi oleh kegiatan lain. Datanglah 15 menit sebelum dimulai agar Anda memiliki waktu untuk mengamati keadaan sekeliling atau mencari ruangan tempat test berlangsung. Untuk test bentuk klasikal, maka test akan dimulai serentak, sehingga jika Anda terlambat konsekuensinya akan terlambat atau tertinggal mengikuti subtest-subtest yang disajikan di awal. Jika memungkinkan akan ada test susulan di akhir sesi untuk peserta yang terlambat, namun jika dianggap merepotkan maka peserta ini akan di tolak sama sekali alias pulang sebelum bertempur!
b. Fisik : Tidak dipungkiri kondisi fisik akan besar pengaruhnya terhadap daya tahan dan kemampuan seseorang berkonsentrasi mengerjakan serangkaian test selama beberapa jam tanpa jeda. Pastikan Anda sudah sarapan sebelum berangkat dan cukup istirahat malamnya. Anda bisa berbekal air mineral yang dapat diminum di sela-sela test jika memungkinkan, dehidrasi bisa membuat Anda kehilangan konsentrasi lho.
2. Pelaksanaan Psikotest
a. Cara Pengerjaan Test : Psikotest umumnya terdiri 4 bagian :
· Test Kemampuan Umum (intelegensi) : Test ini bisanya terdiri dari beberapa test atau subtest, mulai dari pengetahuan umum, berhitung, angka, bahasa, gambar-gambar bidang/ruang atau gambar dengan pola-pola khusus. Untuk bisa mengerjakan dengan baik Anda perlu tahu sifat test ini, yaitu : test obyektif, artinya ada jawaban benar-salah dan dibatasi oleh waktu. Jika Anda lihat Tester atau instruktur sudah menggenggam stopwatch, maka kerjakan saja secepat-cepatnya serta dahulukan soal-soal yang mudah agar Anda memperoleh skor yang tinggi. Jika masih ada waktu baru Anda berkonsentrasi ke soal yang lebih sulit.
· Test Kepribadian : Test ini biasanya berbentuk inventory (kuesioner) dan gambar dan tidak secara khusus dibatasi waktunya. Kerjakan sebaik-baiknya sesuai dengan pilihan dan kepribadian Anda. Walaupun tidak dibatasi oleh waktu, sebaiknya Anda tidak berlama-lama berkutat mengerjakan soal-soal atau menggambar. Selain akan memperlama proses test itu sendiri, tentunya ada interpretasi khusus bagi orang-orang yang bekerja dengan lambat!
· Interview : Psikotest yang lengkap biasanya disertai dengan wawancara. Tunjukkan sikap yang wajar karena ini adalah kesempatan Anda untuk menjual diri, baik kemampuan kerja maupun penampilan. Menjawab secara jujur adalah suatu yang harus Anda lakukan dalam wawancara karena dengan mengatakan suatu kebohongan lambat laun hal ini akan diketahui selain itu pewawancara dapat saja menemukan hal-hal yang tidak konsisten dari jawaban Anda. Jika Anda merasa memiliki kekurangan, ada baiknya Anda mempersiapkan diri dengan alasan yang masuk akal mengenai upaya-upaya yang sudah dilakukan guna mengatasi keterbatasan tersebut.
· Untuk beberapa posisi tertentu, dapat disertai test teknis, misalnya yang terkait dengan pekerjaan tertentu. Saya juga pernah menemukan ada perusahaan tertentu yang menguji calon karyawannya dengan test teknis tertulis, misalnya pengetahuan tentang kimia/laboratorium , soal-soal akunting, menghitung pajak, mengestimasi harga suatu benda (untuk engineering). Terkadang untuk posisi staf admin atau sekretaris diminta membuat sebuah surat resmi dengan menggunakan komputer ataupun menghapalkan istilah-istilah medis buat calon medical representative.
b. Sikap yang Sebaiknya ditampilkan
· Meski tidak diperintahkan, bawalah alat tulis yang diperlukan, pulpen, pinsil dll. Anda juga dapat menanyakan peralatan apa yang harus dibawa jika panggilan psikotest tersebut di terima melalui telelpon. Rapikan barang-barang Anda dan letakkan hanya alat tulis di meja demi kenyamanan pengerjaan test. Letakkan tas pada tempatnya, jangan biarkan berserakan di lantai.
· Isilah setiap lembar jawaban yang dibagikan dengan nama dan data-data diri yang diperlukan di bagian identitas, juga sekiranya ada nomor urut yang harus dicantumkan di setiap lembar jawaban.
· Perhatikan semua instruksi yang diberikan oleh Tester. Setiap test atau subtest mempunyai cara pengerjaan dan aturan main yang berbeda-beda, sehingga Anda perlu berkonsentrasi memperhatikan semua instruksi yang ada. Jangan hiraukan nasehat atau pendapat rekan Anda yang menyarankan harus mengerjakan psikotest dengan cara begini begitu, fokus saja pada instruksi. Jika ruangan tempat psikotest berlangsung cukup besar dan Anda bebas memilih duduk dimanapun, maka pilihlah duduk di baris-baris terdepan bagian tengah, sehingga Anda bebas memandang informasi di depan dengan jelas.
· Setiap subtest memiliki cara pengerjaan yang berbeda-beda. Jangan segan bertanya jika Anda belum paham. Bertanyalah seperlunya, tidak perlu panik sehingga bertanya berkali-kali untuk pertanyaan atau bagian yang kurang penting atau sudah diterangkan sebelumnya, perilaku seperti ini juga sangat mengganggu peserta lainnya.
· Bertanya hanya kepada pengawas atau Tester. Bertanya pada peserta lain yang ada di kanan kiri dapat membuat Anda memperoleh interpretasi yang keliru terhadap apa yang harus dikerjakan.
· Anda harus tahu bahwa apapun sikap dan komentar Anda diobservasi secara ketat oleh Tester maupun Pengawas test. Hasil observasi ini merupakan data yang sangat berguna bagi para Pewawancara atau penulis laporan hasil psikotest. Hindari sikap atau komentar yang berlebihan mengenai sebuah test atau peserta lain, walaupun Anda hanya bermaksud bercanda. Tunjukan sikap positif dengan bekerja cepat, sigap dan jujur. Sesulit apapun test yang Anda hadapi, hindarilah keluhan meski hanya berupa heeeh… aduuh… yaah… Mengeluh hanya akan membuang-buang energi, selain itu akan memberi kesan yang negatif mengenai diri Anda.
c. Pakaian dan Assessoris Pakaian yang Anda kenakan pada dasarnya sangat tergantung pada budaya perusahaan atau tempat psikotest itu berlangsung. Ada perusahaan yang suasananya lebih santai dimana Anda dapat berpakaian casual misalnya industri periklanan, production house. Sementara pekerjaan di bidang perbankan pakaiannya lebih formal. Tentunya akan berbeda lokasi test di gedung perkantoran segitiga emas dengan situasi pabrik. Anda bisa menanyakan dress code yang diperkenankan oleh mereka, jika tidak yakin sebaiknya diperjelas karena persepsi setiap orang mengenai pakaian formal bisa berbeda.
Namun demikian, secara umum kemeja lengan panjang/pendek dengan celana panjang cukup dapat diterima bagi peserta pria. Sementara itu untuk wanita dapat menggunakan setelan two pieces atau berupa blus dan rok/celana panjang. Hindari pemakaian blue jeans kecuali Anda benar-benar yakin hal itu merupakan pakaian yang dapat diterima di perusahaan tersebut. Khusus bagi pemakai jilbab panjang, pilihlah pakaian dan jilbab yang dapat membuat Anda tampil rapi dan ringkas tanpa melanggar syariat yang Anda yakini.
Berpakaianlah senetral mungkin, dimana Anda tetap nyaman namun jika harus mengikuti wawancara atau presentasi Anda pun dapat tampil cukup resmi sehingga menampilkan kesan positif. Jika Anda memakai jaket atau topi sebaiknya dilepas dan disimpan baik-baik dalam tas Anda. Jika ruangan sangat dingin, maka mintalah ijin untuk tetap mengenakan jaket jika Anda merasa memerlukannya. Bagi wanita, hindari asessesoris yang berlebihan yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian saat Anda harus bekerja dengan cepat seperti gelang yang terlampau berat atau banyak.
Nah… mudahkan jika sudah tahu triknya? Tidak perlu mendengarkan berbagai informasi yang keliru mengenai jawaban yang harus Anda berikan di psikotest, semua itu hanya akan menyesatkan Anda. Berdoa dan bersikap positif, itu akan lebih berguna bagi Anda saat mengerjakan soal-soal psikotest. Tetap Semangat !

Resume VS CV

Permintaan untuk mengirimkan Resume atau Curriculum Vitae (CV) sering kita jumpai di iklan lowongan kerja di media massa. Konotasinya adalah semacam daftar riwayat hidup yang menceritakan pengalaman kerja atau perjalanan karir seseorang. Berdasarkan pada pengalaman sekian tahun di bagian Rekrutmen dan Seleksi, saya seringkali harus memilah-milah sekian ratus pelamar lalu memanggilnya untuk proses berikut. Kadang proses ini membosankan terutama jika harus membaca CV yang terlalu panjang. Ada juga resume yang terlalu singkat, hampir-hampir tidak menceritakan apa kualifikasi dan pengalaman kandidat. Sebenarnya ada lho beda resume dengan CV.
Resume adalah penjelasan singkat dari pengalaman kerja seseorang, tingkat pendidikan, keterampilan yang dimiliki serta prestasi yang telah dicapainya selama ini. Jika pengalaman seseorang cukup kaya dan beragam, ia dapat membuat beberapa resume dengan fokus penekanannya berbeda untuk beberapa posisi yang diminatinya, tentunya dikirimkan ke perusahaan yang berbeda pula.
Karena berupa penjelasan singkat, maka resume hanya mencantumkan ha-hal yang dianggap perlu atau relevan dengan posisi yang akan dituju. Misalnya pengalaman sebagai Sales Promotion Girl (SPG) pameran semasa mahasiswa akan kurang begitu sesuai jika posisi yang dituju adalah Analis Kimia. Sementara juara I busana daerah disertai training kepribadian akan cukup diperhatikan untuk jabatan staff Public Relation. Data-data pribadi dalam sebuah resume pun cukup berupa alamat rumah dan no telpon serta tanggal lahir. Tinggi/berat badan dapat dicantumkan sejauh hal itu masih relevan dengan posisi yang dilamar.
Berbeda dengan CV, informasi yang tercantum disini lebih mendetail. Semua pengalaman kerja sebelumnya, pendidikan, pelatihan, keanggotaan organisasi tertentu, prestasi sejak SD dll bisa ditulis satu demi satu. Konsekuensinya CV bisa cukup panjang dan terdiri dari beberapa halaman. Biasanya CV dilampirkan untuk keperluan memperoleh beasiswa, penelitian atau melamar kerja ke luar negeri.
Untuk keperluan melamar kerja di Indonesia, saat mengadministrasi surat lamaran saya sih lebih suka membaca resume karena fokus pada spesifikasi pelamar yang dicari, selain itu tidak perlu waktu lama untuk membacanya. Sementara itu CV seringkali mencantumkan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Sangat melelahkan membacanya dan berpotensi untuk terlewatkan bisa si penulis CV tidak membuat tampilannya menarik. Namun demikian, salah satu kelebihan CV adalah, karena memuat banyak informasi dan mendetil, saya biasanya tergerak untuk menyimpan beberapa CV dalam bank data untuk kebutuhan penambahan karyawan di masa datang jika kualifikasinya sesuai.
Berkaca pada pengalaman di atas, saya pribadi mengembangkan resume yang sedikit lebih lengkap namun beberapa detil dalam CV saya hilangkan agar pembacanya tidak bosan. Misalnya untuk pendidikan saya hanya menuliskan pendidikan terakhir saja, atau pengalaman kerja dan pelatihan hanya dicantumkan yang relevan dengan objective saya untuk berkarir di bidang human resources, jadi pengalaman kerja di bidang sales ataupun seminar table manner tidak perlu ditampilkan. Selain itu saya mengirimkan surat lamaran hanya pada posisi yang benar-benar saya inginkan, maka dengan resume yang powerful, biasanya 3 dari 5 lamaran kerja yang saya kirimkan akan mendapat panggilan untuk meneruskan ke proses berikutnya. Selamat mencoba!
 

Related Resources

Mitra Inspira Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template